Skip to Content

Strategi Kebijakan IT

Selama berhubungan dengan beberapa perusahaan, saya menemukan banyak sekali fakta dan data menarik terkait kebijakan pengembangan aplikasi. Ini beberapa anjuran saya pribadi, terkait kebijakan IT di perusahaan.

1. Susunlah roadmap yang jelas terkait rencana pengembangan aplikasi dan kebijakan IT. Roadmap ini menyangkut teknologi yang digunakan sampai ke tingkat teknis. Misalkan keputusan untuk menggunakan web application, apakah akan memakai php, java, dotnet dll, atau jika untuk database apakah akan menggunakan oracle, mysql, postgre dan database lainnya. Jangan lupa termasuk sampai tingkat sistem operasi yang dipakai.
Roadmap yang disusun ini, tentunya sudah sangat memperhitungkan urusan anggaran, kebijakan politis, sampai membaca arah trend teknologi di depan. Dan terutama ketersediaan sumber daya manusianya.

2. Penurunan roadmap ini jangan juga melupakan mekanisme pengelolaan dan pelaksanaan atau eksekusinya. Ambil contoh, sebuah perusahaan X sudah membuat roadmap yang jelas terkait situs ekternalnya. Pada tahap I, ia melakukan outsourcing (tender) untuk membangun aplikasi ini. Tapi ada yang luput, perusahaan tersebut tidak menurunkan hal ini sampai tingkat penggunaan framework yang dipakai. Di tahap I, vendor yang melakukan pengembangan ternyata menggunakan framework buatan sendiri, dengan tingkat penulisan code yang cukup tinggi (susah dibaca oleh programmer lain). Pada tahap II, tender jatuh ke vendor lain. Tapi sehubungan dengan ada jeda waktu untuk mencoba membaca ulang apa yang sudah dirintis oleh vendor pertama, maka terjadi keterlambatan jadwal, bahkan boleh dikatakan proyek tahap II ini gagal total.
Tentu saja, isu yang diangkat adalah kolaborasi. Saran saya, manfaatkanlah framework yang didukung dan digunakan banyak orang. Untuk php ada CI, cakephp maupun drupal. Situs sekelas Ubuntu pun, menggunakan drupal sebagai backendnya. Kecuali memang ada alokasi khusus secara anggaran dan SDM untuk menggawangi urusan framework ini. Misalnya perusahaan tersebut melakukan investasi untuk riset framework dan enhance secara kontinyu. Dan framework ini menjadi satu-satunya yang digunakan di perusahaan tersebut.

3. Alokasikan SDM (1 atau 2 orang) yang terus menerus memantau perkembangan terakhir trend teknologi. Mereka difokuskan hanya untuk riset saja.

4. Manfaatkan produk Open Source secara bijak. Artinya, apakah penggunaan Open Source bisa menghemat anggaran? Belum tentu juga. Pemanfaatan produk open source yang tepat selain menghemat anggaran, biasanya ada banyak manfaat lainnya yang bisa diraih.

5. Buatlah detil requirement yang jelas. Jika sebuah perusahaan bisa membuat detil requirement dengan jelas, berarti perusahaan tersebut sudah memiliki standard operasional yang baik.

Demikian, sekadar usulan

Post new comment