Kebudayaan, bagaimanapun didefiniskan, tetaplah akan merujuk kepada suatu kisah, hikayat, mitos, pantun atau sekadar adat istiadat di masa lalu. Tak ada sebuah bangsa, suatu masyarakat di dunia mana pun, yang tidak memiliki cara pandang spesifik di zaman sebelumnya, yang tergambarkan dengan jelas dalam artefak arkaiknya. Masa lalu demikian berharga karena ia anasir yang telah membentuk struktur sadar kita; juga akar dari ketaksadaran kolektif dari perilaku dan nilai-nilai keseharian.